Archive for Januari, 2020

BLADDER HEALTH PANEL (LEAP) MASTERCLASS ON OVERACTIVE BLADDER

Metode visual vs kuantitatif untuk perkiraan kehilangan darah setelah persalinan pervagina

Sebuah uji kontrol teracak samar membandingkan perkiraan kehilangan darah
secara visual dengan pengukuran darah yang dikumpulkan menggunakan plastik.
Enam studi observasional dengan total partisipan 594 orang membandingkan
perkiraan visual dengan nilai yang diketahui pada ruang bersalin dan pada skenario
yang disimulasikan. Tiga studi membandingkan perkiraan visual atau kuantitatif
dengan pengukuran laboratorium pada 331 persalinan pervaginam. Pada uji tersebut,
didapatkan bahwa perkiraan visual menilai lebih rendah dari jumlah yang sebenarnya
jika dibandingkan dengan pengukuran menggunakan plastik. Pengukuran ini
dilakukan dengan cara pemasangan pispot bersih di bokong ibu setelah bayi lahir
sehingga darah yang keluar diukur setelah berakhirnya proses persalinan kala

“Pelatihan perkiraan kehilangan darah setelah persalinan pervaginam”

Sebuah uji kontrol teracak samar lain mencoba membandingkan akurasi
perkiraan kehilangan darah antara 45 perawat yang telah mengikuti pelatihan dengan
45 perawat yang tidak mengikuti pelatihan. Pada uji ini, dengan menggunakan 7
skenario yang disimulasikan, kehilangan darah berhasil diperkirakan secara akurat
oleh 75.55% perawat yang menghadiri pelatihan dibandingkan dengan 24.44%
perawat yang tidak mengikuti pelatihan (risiko relatif (RR 3.09; 95% confidence interval
(CI) 1.80–5.30). Pada tiga studi, pada 486 tenaga medis yang melakukan pelayanan
maternal dibandingkan kemampuannya dalam memperkirakan darah yang hilang pada
persalinan dan dibandingkan nilainya sebelum dan setelah pelatihan. Pada ketiga studi
ini, ditunjukkan hasil yang serupa dengan uji kontrol teracak samar lainnya.

FAKTOR RISIKO INFERTILITAS

Gaya hidup

Konsumsi Alkohol

Alkohol dikatakan dapat berdampak pada fungsi sel Leydig dengan mengurangi sintesis
testosteron dan menyebabkan kerusakan pada membran basalis. Konsumsi alkohol yang
berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hipotalamus dan hipofisis.

  • Konsumsi satu atau dua gelas alkohol, satu sampai dua kali per minggu tidak meningkatkan
    risiko pertumbuhan janin . (Rekomendasi D)
  •  Konsumsi alkohol tiga atau empat gelas sehari pada laki-laki tidak mempunyai efek
    terhadap fertilitas.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan pada laki-laki dapat menyebabkan penurunan kualitas
    semen. (Rekomendasi B) 1

Merokok

Rokok mengandung zat berbahaya bagi oosit (menyebabkan kerusakan oksidatif terhadap
mitokondria), sperma (menyebabkan tingginya kerusakan morfologi), dan embrio (menyebabkan
keguguran).

  1. Kebiasaan merokok pada perempuan dapat menurunkan tingkat fertilitas. (Rekomendasi
  2. Kebiasaan merokok pada laki-laki dapat mempengaruhi kualitas semen, namun dampaknya
    terhadap fertilitas belum jelas. Berhenti merokok pada laki-laki dapat meningkatkan
    kesehatan pada umumnyaKonsumsi Kafein

Konsumsi kafein (teh, kopi, minuman bersoda) tidak mempengaruhi masalah infertilitas
(Rekomendasi B) 1

Berat badan

 Perempuan yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 29, cenderung memerlukan
waktu yang lebih lama untuk mendapatkan kehamilan. (Rekomendasi B) 1
 Tindakan menurunkan berat badan pada perempuan yang memiliki IMT > 29 dan
mengalami anovulasi akan meningkatkan peluang untuk hamil. (Rekomendasi B) 1  Laki-laki yang memiliki IMT > 29 (Rekomendasi C)1
akan mengalami gangguan fertilitas
 Upaya meningkatkan berat badan pada perempuan yang memiliki IMT < 19 serta
mengalami gangguan haid akan meningkatkan kesempatan terjadinya pembuahan.
(Rekomendasi B) 1

Olahraga

 Olahraga ringan-sedang dapat meningkatkan fertilitas karena akan meningkatkan aliran darah
dan status anti oksidan
 Olahraga berat dapat menurunkan fertilitas
o Olahraga > 5 jam/minggu, contoh: bersepeda untuk laki-laki
o Olahraga > 3-5 jam/minggu, contoh: aerobik untuk perempuan

Stress

 Perasaan cemas, rasa bersalah, dan depresi yang berlebihan dapat berhubungan dengan
infertilitas, namun belum didapatkan hasil penelitian yang adekuat
 Teknik relaksasi dapat mengurangi stress dan potensi terjadinya infertilitas
 Berdasarkan studi yang dilakukan, perempuan yang gagal hamil akan mengalami kenaikan
tekanan darah dan denyut nadi, karena stress dapat menyebabkan penyempitan aliran darah
ke organ-organ panggul.

Suplementasi Vitamin

 Konsumsi vitamin A berlebihan pada laki-laki dapat menyebabkan kelainan kongenital
termasuk kraniofasial, jantung, timus, dan susunan saraf pusat.
 Asam lemak seperti EPA dan DHA (minyak ikan) dianjurkan pada pasien infertilitas karena
akan menekan aktifasi nuclear faktor kappa B
 Beberapa antioksidan yang diketahui dapat meningkatkan kualitas dari sperma, diantaranya:
o Vit.C dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas semen
o Ubiquinone Q10 dapat meningkatkan kualitas spermao Selenium dan glutation dapat meningkatkan motilitas sperma
 Asam folat, zink, dan vitamin B12
o Kombinasi asam folat dan zink dapat meningkatkan konsentrasi dan morfologi sperma
o Kobalamin (Vit B12) penting dalam spermatogenesis

Obat-Obatan

 Spironolakton akan merusak produksi testosteron dan sperma
Sulfasalazin  mempengaruhi perkembangan sperma normal (dapat digantikan dengan
mesalamin)
 Kolkisin dan allopurinol dapat mengakibatkan penurunan sperma untuk membuahi oosit
 Antibiotik tetrasiklin, gentamisin, neomisin, eritromisin dan nitrofurantoin pada dosis yang
tinggi berdampak negatif pada pergerakan dan jumlah sperma.
 Simetidin terkadang menyebabkan impotensi dan sperma yang abnormal
 Siklosporin juga dapat menurunkan fertilitas pria

Obat-obat Herbal

 Penelitian yang dilakukan di California menemukan bahwa konsumsi obat-obatan herbal
dalam jumlah minimal seperti ginko biloba, dicurigai menghambat fertilisasi, mengubah
materi genetik sperma, dan mengurangi viabilitas sperma.

Pembukaan PIT HUGI

Segala puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua sehingga hari ini kita dapat dipertemukan untuk mengikuti acara Seminar Nasional yang diadakaan oleh Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Kami mengucapkan selamat datang pada peserta seminar dimana kita memiliki kesempatan untuk berbagi informasi tentang berbagai strategi untuk meningkatkan kemampuan peneliti dalam melakukan penelitian serta penerapan hasil-hasil penelitian dalam pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan inovasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya di bidang kesehatan.

Pada Seminar Nasional ini, tema yang kami angkat adalah “Membumikan Penelitian dalam Mensinergikan Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan pada Masyarakat”. Berkaitan dengan tema tersebut kami menghadirkan 2 narasumber sebagai pemakalah utama yang menyampaikan materi tentang strategi peningkatan daya saing peneliti dalam melakukan penelitian serta peran dan kontribusi penelitian kesehatan terhadap pelayanan kesehatan. Publikasi hasil penelitian dilakukan melalui presentasi oral dan penyajian poster. Peserta seminar nasional adalah Dosen dari Institusi Pendidikan Kesehatan, Praktisi Kesehatan dan mahasiswa dari beberapa Provinsi di Indonesia (Manado, Pontianak, Lampung, Bandung, Solo, DKI Jakarta).

Seminar Nasional ini dapat terselenggara berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini ijinkan kami megucapkan terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III beserta Jajarannya, para nara sumber, tim pakar, Asosiasi profesi (PPNI, IBI, IFI), para sponsor yang berpartisipasi kegiatan seminar ini, dalam pameran buku, alat kesehatan, para peserta seminar atas partisipasinya, serta pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada segenap panitia yang telah bekerja keras demi suksesnya kegiatan ini.

Kami menyadari bahwa penyelenggaran seminar ini masih banyak kekurangan baik dalam penyajian acara, pelayanan administrasi maupun keterbatasan fasilitas. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhir kata semoga peserta seminar mendapatkan manfaat yang besar dari kegiatan ini sehingga mampu mewujudkan atmosfer riset yang baik dan budaya riset yang kokoh, berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi kesehatan. Kami mengucapkan SELAMAT MENGIKUTI SEMINAR……Terima kasih

Ketua Panitia Seminar Nasional Kesehatan 2020