Mari kita berdiskusi !

Apabila anda butuh untuk segera mengosongkan kandung kemih secara segera dan berulang kali sehingga mengalami gangguan beraktivitas, ada pilihan pengobatan untuk anda.

PROSES BERKEMIH

Proses berkemih dimulai dari ginjal yang berfungsi menyaring hasil metabolism. Sisa hasil metabolism yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dalam bentuk urin melalui ureter kemudian ditampung oleh kandung kemih (Vesica Urinaria) yang mampu menampung hingga 500 cc urin sebelum dikeluarkan melalui uretra.

OAB (OVERACTIVE BLADDER)

Adalah masalah medis umum yang mengenai jutaan pria dan wanita di seluruh dunia. Kondisi ini meliputi kerja di kandung kemih. Gejala meliputi urgensi pengeluaran urin, frekuensi yang sering untuk pergi ke toilet (delapan kali atau lebih sehari, atau dua kali atau lebih semalam), dan dalam beberapa kasus mengompol sebelum tiba ke toilet. Adalah suatu kondisi dimana kandung kemih anda tidak bekerja sebagaimana seharusnya. Kandung kemih terlalu aktif berkomunikasi sehingga menyebabkan desakan untuk berkemih yang sering.

PASIEN DENGAN OAB MEMILIKI OTOT DETRUSOR YANG KONTRAKSI :

  • Secara mendadak  (tanpa didahului peringatan)
  • Tidak teratur  (baik kandung kemih penuh atau tidak )
  • Tidak terkontrol (sulit untuk mengendalikan atau menghentikan)
  • Lebih sering normal

Jika anda memiliki OAB, anda tidak menerima pesan peringatan bahwa kandung kemih anda akan segera butuh dikosongkan. Namun otot detrusor anda akan mendapatkan sinyal dari otak untuk berkontraksi dengan segera walaupun kandung kemih anda belum penuh. Ketika kandung kemih anda berkontraksi, anda akan merasakan urgensi, dan jika tidak dapat mengendalikan urgensi itu anda akan mengompol.

GEJALA OAB

  • URGENSI
    Gejala mendadak yang menyebabkan seseorang harus berkemih dengan segera. Pada orang normal dapat menahan keinginan untuk berkemih.
  • BERKEMIH >8X PER HARI
    Pada orang normal berkemih sekitar 4-6 kali sehari atau antara 3-5 jam sekali
  • NGOMPOL
    Kebocoran urin akibat ketidakmampuan menahan kemih, jumlahnya antara hanya sedikit atau bahkan seluruh kandung kemih
  • BERKEMIH DI MALAH HARI
    Semalam bisa 2 kali atau lebih ke toilet untuk berkemih, dimana orang normal dapat menahan berkemih antara 6-8 jam

Apa yang menyebabkan kontraksi yang tidak pada tempatnya ?

Seringkali gejala OAB terjadi ketika pasien memiliki masalah medis yang memperngaruhi persarafan dan otot dari saluran kemih. Komunikasi yang tepat antara otak dan kandung kemih terganggu akibat penyakit atau gangguan system saraf atau otot panggul menjadi lemah, rusak, abnormal, dan tidak bekerja seharusnya. Beberapa orang memiliki masalah medis (seperti infeksi) yang menyebabkan gejala sementara. Factor yang menetap seperti usia yang bertambah juga berkontribusi terhadap gejala OAB.

Berikut faktor-faktor yang berperan terhadap OAB :

Usia. Lebih dari setengah pasien OAB berusia 65 tahun. Perubahan neurologis. Terjadi di otak dan tulang punggung sesuai dengan usia dan dari beberapa penyakit yang terkena pada orang tua sehingga mengurangi kemampuan anda untuk berkoordinasikan kandung kemih pada proses berkemih. Seiring dengan usia dan proses melahirkan berkali-kali, dorongan kebawah menyebabkan dinding organ panggul turun. Hal ini dapat menyebabkan iritasi kandung kemih. Infeksi kandung kemih dan saluran kemih diantara orang tua akibat menurunnya system imun. Hal ini menyebabkan inflamasi dan iritasi yang dapat menurunkan kapasitas kandung kemih.

Penurunan level estrogen. Perempuan mengalami penurunan hormone estrogen setelah menopause. Hal ini menyebabkan jaringan kandung kemih, otot panggul mejadi lebih tipis dan kering sehingga memudahkan untuk terjadi iritasi dan menyebabkan terjadinya urgensi dan frekuensi. Volume urin meningkat akibat aliran darah meningkat melalui tubuh. Mengompol juga dapat terjadi terutama selama trimester terakhir, ketika tambahan beban dari otot dan persarafan dari dinding pelvis. Saat kehamilan dan melahirkan anak, wanita kadang mengalami periode sementara OAB. Melahirkan melalui vagina menyebabkan trauma pelvis, yang menekan pembulu darah dan kandung kemih. Episiotomi dan robekan persarafan dan otot melemahkan dinding panggul dan sfingter. Berbagai obat-obatan dapat menyebabkan efek samping urgensi dan frekuensi. Beberapa obat tersebut diantaranya golongan diuretic (misalnya pada pasien hipertensi dan pasien gagal jantung), golongan obat anti nyeri, anti depresi.

Penyakit dari system saraf, contohnya penyakit Parkinson, stroke dan diabetes. Diabetes jika tidak diobati akan menyebabkan kerusakan system saraf dan menyebabkan hilangnya sensasi dan kendali otot saat berkemih. Operasi daerah panggul atau riwayat radiasi panggul yang melemahkan otot panggul. Hiperplasia prostat jinak. Pada laki-laki secara alamiah ada pembesaran prostat seiring bertambahnya usia. Pembesaran ini dapat menekan uretra dan menyebabkan kesulitan untuk mengalirkan urin. Otot menjadi bekerja lebih keras sehingga dapat menyebabkan overaktivaitas. Kanker kandung kemih. Dengan adanya pertumbuhan kanker di kandung kemih, membuat abnormalitas di dalam kandung kemih.

Ganguan pada kesehatan antara lain :

  • Patah Tulang = Ketika terburu-buru menggunakan kamar mandi, terutama pada malam hari
  • Infeksi kulit dan saluran kemih = Meningkatkan kelembaban kulit dan meningkatkan pertumbuhan bakteri
  • Psikologis = Orang mungkin mengalami kecemasan, dipermalukan, harga diri rendah karena menyembunyikan gejala.. Anda jadi menghindari interaksi social, menarik diri dari orang sekitar.
  • Performa seksual = ketakutan mengompol selama berhubungan intim akan menyebabkan gangguan performa seksual, bahkan menghindari keintiman.
  • Lemas dan lesu = sering terbangun pada malam hari akan menyebabkan kegelisahan sepanjang hari dan akan kekurangan energy dan optimisme.

Salah satu hal terpenting yang anda bisa lakukan adalah dengan mengatur asupan minuman dan makanan anda. Minum 6-8 gelas air perhari, Hindari minum dalam jumlah banyak per kali minum, terutama ketika sedang makan. Lebih baik minum dengan konstan dengan jumlah sedikit atau sedang selang 30 menit. Untuk menghindari nokturia , minumlah lebih banyak saat pagi dan tengah hari, mulai menguranginya menjelang malam hari. Hindari minuman. beralkohol dan berkafein serta makanan yang dapat memicu OAB.

Apa yang bisa saya lakukan ?