SURABAYA – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya, bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) berkumpul di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dalam pertemuan yang digelar di gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo tersebut, juga menghadirkan para ahli rekontruksi alat kelamin wanita dan diikuti oleh dokter Spesialis Obestetri dan Ginekologi (SpOG) dari seluruh Indonesia. Mereka menggelar pertemuan untuk memecahkan kasus luka-luka pada daerah perinium, yang dialami pasien pasca melahirkan. Perineum sendiri adalah area kulit antara liang vagina dengan anus (dubur) yang dapat robek ketika melahirkan atau secara sengaja digunting guna melebarkan jalan keluar bayi (episiotomi)

Dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan, Hari Paraton menuturkan, selama ini banyak ditemukan kasus pasien yang mengalami luka-luka pada daerah perinium pasca melahirkan dan tidak tertangani dengan bagus. Ironisnya, pasien tersebut baru datang setelah satu hingga dua tahun untuk diperbaiki. “Nah itulah mengapa diadakan acara hari ini adalah dalam rangka teman-teman dokter SpOG apabila menemukan kasus kejadian seperti ini bisa diatasi dengan baik,” katanya disela-sela pertemuan ilmiah tahunan Pogi Surabaya, di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pertemuan ilmiah yang dikemas dengan seminar bertajuk Perineal Rupture and Vaginal Surgery ini, selain untuk membahas tentang bagaimana memperbaiki luka-luka pada daerah perinium pasca melahirkan, juga untuk meminimalisir terjadinya robek pada perinium. Menurut Hari, setiap persalinan memang bisa terjadi luka pada daerah perinium. Sebagai dokter kandungan, pihaknya ingin kasus tersebut bisa diminimalisir. Namun jika sudah terlanjur, harus diperbaiki supaya tampaknya bagus, fungsinya juga bagus dan terhindar dari rasa nyeri yang berkepanjangan.

“Kalau salah teknik memperbaikinya maka pasien akan merasa nyeri seumur hidupnya, didaerah bawah ini,” tuturnya. Staff Pengajar Divisi Uroginekologi Rekonstruksi Fakultas Kedokteran Unair ini menjelaskan, luka didaerah perinium ada 4 tingkatan. Sedangkan yang paling melibatkan banyak pihak dan perawatannya dan sangat komplek adalah pada klasi-klasi antara tingkat tiga sampai empat. “Tingkat tiga dan empat itu struktur alat kemaluan sampai dengan anus itu terbuka dua-duanya. Jadi terpisah dua-duanya atau robek sehingga terjadi hubungan antara anus dan alat kelamin,” kata dia. Pada klasi itu, lanjutnya, seorang istri akan merasa kesakitan sepanjang masa dan suami juga akan merasa terganggu kehidupan keluarganya. “Kalau hanya tingkat satu, tingkat dua, dia hanya tipis saja. Itu bisa diselesaikan dengan mudah, tapi yang tingkat tiga dan empat harus spesialis khusus yang menangani itu,” tegasnya. Lantas apa penyebab luka pasca melahirkan pada daerah perinium? Hari menyebut, luka itu akibat diguntingnya perinium saat proses persalinan yang tidak tertangani dengan baik.

“WHO sudah memaparkan beberapa penelitian, melahirkan itu tidak harus digunting. Justru kalau digunting maka resiko luka meluas lebih tinggi dibandingkan kalau dia terjadi robekan alamiah waktu persalinan, sehingga mudah untuk memperbaikinya,” papar dia. Dia menyarankan, meskipun pengguntingan pada proses persalinan diperbolehkan, dokter sebisa mungkin menghindari menggunting pada saat melahirkan normal. “Memang ada kondisi tertentu, kalau ada kemacetan persalinan, ada kesulitan untuk melahirkan, dokter diperbolehkan untuk melakukan pengguntingan supaya dia bisa terbuka lebih luas sehingga bayi lebih mudah untuk melahirkan,” tandasnya.