Events

BLADDER HEALTH PANEL (LEAP) MASTERCLASS ON OVERACTIVE BLADDER

FAKTOR RISIKO INFERTILITAS

Gaya hidup

Konsumsi Alkohol

Alkohol dikatakan dapat berdampak pada fungsi sel Leydig dengan mengurangi sintesis
testosteron dan menyebabkan kerusakan pada membran basalis. Konsumsi alkohol yang
berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hipotalamus dan hipofisis.

  • Konsumsi satu atau dua gelas alkohol, satu sampai dua kali per minggu tidak meningkatkan
    risiko pertumbuhan janin . (Rekomendasi D)
  •  Konsumsi alkohol tiga atau empat gelas sehari pada laki-laki tidak mempunyai efek
    terhadap fertilitas.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan pada laki-laki dapat menyebabkan penurunan kualitas
    semen. (Rekomendasi B) 1

Merokok

Rokok mengandung zat berbahaya bagi oosit (menyebabkan kerusakan oksidatif terhadap
mitokondria), sperma (menyebabkan tingginya kerusakan morfologi), dan embrio (menyebabkan
keguguran).

  1. Kebiasaan merokok pada perempuan dapat menurunkan tingkat fertilitas. (Rekomendasi
  2. Kebiasaan merokok pada laki-laki dapat mempengaruhi kualitas semen, namun dampaknya
    terhadap fertilitas belum jelas. Berhenti merokok pada laki-laki dapat meningkatkan
    kesehatan pada umumnyaKonsumsi Kafein

Konsumsi kafein (teh, kopi, minuman bersoda) tidak mempengaruhi masalah infertilitas
(Rekomendasi B) 1

Berat badan

 Perempuan yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 29, cenderung memerlukan
waktu yang lebih lama untuk mendapatkan kehamilan. (Rekomendasi B) 1
 Tindakan menurunkan berat badan pada perempuan yang memiliki IMT > 29 dan
mengalami anovulasi akan meningkatkan peluang untuk hamil. (Rekomendasi B) 1  Laki-laki yang memiliki IMT > 29 (Rekomendasi C)1
akan mengalami gangguan fertilitas
 Upaya meningkatkan berat badan pada perempuan yang memiliki IMT < 19 serta
mengalami gangguan haid akan meningkatkan kesempatan terjadinya pembuahan.
(Rekomendasi B) 1

Olahraga

 Olahraga ringan-sedang dapat meningkatkan fertilitas karena akan meningkatkan aliran darah
dan status anti oksidan
 Olahraga berat dapat menurunkan fertilitas
o Olahraga > 5 jam/minggu, contoh: bersepeda untuk laki-laki
o Olahraga > 3-5 jam/minggu, contoh: aerobik untuk perempuan

Stress

 Perasaan cemas, rasa bersalah, dan depresi yang berlebihan dapat berhubungan dengan
infertilitas, namun belum didapatkan hasil penelitian yang adekuat
 Teknik relaksasi dapat mengurangi stress dan potensi terjadinya infertilitas
 Berdasarkan studi yang dilakukan, perempuan yang gagal hamil akan mengalami kenaikan
tekanan darah dan denyut nadi, karena stress dapat menyebabkan penyempitan aliran darah
ke organ-organ panggul.

Suplementasi Vitamin

 Konsumsi vitamin A berlebihan pada laki-laki dapat menyebabkan kelainan kongenital
termasuk kraniofasial, jantung, timus, dan susunan saraf pusat.
 Asam lemak seperti EPA dan DHA (minyak ikan) dianjurkan pada pasien infertilitas karena
akan menekan aktifasi nuclear faktor kappa B
 Beberapa antioksidan yang diketahui dapat meningkatkan kualitas dari sperma, diantaranya:
o Vit.C dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas semen
o Ubiquinone Q10 dapat meningkatkan kualitas spermao Selenium dan glutation dapat meningkatkan motilitas sperma
 Asam folat, zink, dan vitamin B12
o Kombinasi asam folat dan zink dapat meningkatkan konsentrasi dan morfologi sperma
o Kobalamin (Vit B12) penting dalam spermatogenesis

Obat-Obatan

 Spironolakton akan merusak produksi testosteron dan sperma
Sulfasalazin  mempengaruhi perkembangan sperma normal (dapat digantikan dengan
mesalamin)
 Kolkisin dan allopurinol dapat mengakibatkan penurunan sperma untuk membuahi oosit
 Antibiotik tetrasiklin, gentamisin, neomisin, eritromisin dan nitrofurantoin pada dosis yang
tinggi berdampak negatif pada pergerakan dan jumlah sperma.
 Simetidin terkadang menyebabkan impotensi dan sperma yang abnormal
 Siklosporin juga dapat menurunkan fertilitas pria

Obat-obat Herbal

 Penelitian yang dilakukan di California menemukan bahwa konsumsi obat-obatan herbal
dalam jumlah minimal seperti ginko biloba, dicurigai menghambat fertilisasi, mengubah
materi genetik sperma, dan mengurangi viabilitas sperma.

Pembukaan PIT HUGI

Segala puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua sehingga hari ini kita dapat dipertemukan untuk mengikuti acara Seminar Nasional yang diadakaan oleh Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Kami mengucapkan selamat datang pada peserta seminar dimana kita memiliki kesempatan untuk berbagi informasi tentang berbagai strategi untuk meningkatkan kemampuan peneliti dalam melakukan penelitian serta penerapan hasil-hasil penelitian dalam pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan inovasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya khususnya di bidang kesehatan.

Pada Seminar Nasional ini, tema yang kami angkat adalah “Membumikan Penelitian dalam Mensinergikan Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan pada Masyarakat”. Berkaitan dengan tema tersebut kami menghadirkan 2 narasumber sebagai pemakalah utama yang menyampaikan materi tentang strategi peningkatan daya saing peneliti dalam melakukan penelitian serta peran dan kontribusi penelitian kesehatan terhadap pelayanan kesehatan. Publikasi hasil penelitian dilakukan melalui presentasi oral dan penyajian poster. Peserta seminar nasional adalah Dosen dari Institusi Pendidikan Kesehatan, Praktisi Kesehatan dan mahasiswa dari beberapa Provinsi di Indonesia (Manado, Pontianak, Lampung, Bandung, Solo, DKI Jakarta).

Seminar Nasional ini dapat terselenggara berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini ijinkan kami megucapkan terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III beserta Jajarannya, para nara sumber, tim pakar, Asosiasi profesi (PPNI, IBI, IFI), para sponsor yang berpartisipasi kegiatan seminar ini, dalam pameran buku, alat kesehatan, para peserta seminar atas partisipasinya, serta pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada segenap panitia yang telah bekerja keras demi suksesnya kegiatan ini.

Kami menyadari bahwa penyelenggaran seminar ini masih banyak kekurangan baik dalam penyajian acara, pelayanan administrasi maupun keterbatasan fasilitas. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhir kata semoga peserta seminar mendapatkan manfaat yang besar dari kegiatan ini sehingga mampu mewujudkan atmosfer riset yang baik dan budaya riset yang kokoh, berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi kesehatan. Kami mengucapkan SELAMAT MENGIKUTI SEMINAR……Terima kasih

Ketua Panitia Seminar Nasional Kesehatan 2020

Beser alias Sering Kebelet Pipis, Sepele Tapi Bahaya Jika Tak Teratasi

Normalnya, orang akan buang air kecil setiap tiga sampai lima jam sehari. Namun, jika keinginan untuk pergi ke kamar mandi sangat sering bahkan melebihi enam kali dalam sehari, bisa jadi ia mengalami OAB (Overactive Bladder) atau istilah yang sering kita sebut dengan ‘beser’. Ahli kandungan Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) mengatakan, sering buang air kecil merupakan salah satu gejala adanya gangguan berkemih atau OAB. “Awalnya urgensi atau sering kebelet kencing, lalu kencing di malam hari yang lebih dari sekali dan tidak bisa menahan kemih atau ngompol,” katanya, ditemui di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8/2019).Ia juga menambahkan bahwa OAB merupakan penyakit kronis dan tidak bisa disembuhkan.

Hal yang dapat kita lakukan adalah jangan mengabaikan kondisi ini, segera periksakan diri ke dokter. “Enggak boleh dibiarkan, lama-lama kandung kencingnya iritasi dan bisa juga infeksi. Pengobatannya jadi lebih sulit,” kata dokter Budi. Sebelum terjadi iritasi dan infeksi, sebaiknya lakukan pencegahan untuk mengurangi gejala beser atau OAB. Berikut tipsnya,

  1. Minum 6-8 gelas air per hari.
  2. Hindari minum dalam jumlah banyak sekali minum, terutama ketika sedang makan. Lebih baik minum dengan konstan dalam jumlah sedikit atau sedang, selang 30 menit.
  3. Untuk menghindari kencing di malam hari, minumlah lebih banyak saat pagi dan tengah hari. Kurangi minum menjelang malam hari.
  4. Hindari minuman beralkohol dan berkafein yang dapat memicu OAB.

Wanita Lebih Sering Beser Dibanding Pria, Ternyata Ini Sebabnya

Kenapa beser dan sering ngompol lebih sering terjadi pada wanita? Meskipun umumnya dialami oleh usia lanjut, sebagian besar dari penderita OAB (Overactive Bladder) atau beser adalah wanita. Rupanya ini terkait proses melahirkan dan fase menopause. Ahli kandungan Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) mengatakan, pada ibu yang melahirkan secara normal melalui vagina, ada kemungkinan terjadi trauma pelvis (panggul) yang menekan pembuluh darah dan kandung kemih. Akibatnya panggul menjadi lemah.

“Dasar panggulnya lemah sehingga tidak bisa menyangga lagi dengan baik. Sehingga kalau ada tekanan dalam perut kencingnya keluar,” katanya ditemui di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Sabtu (3/8/2019). Selain karena proses melahirkan, fase menopause juga mempengaruhi kenapa wanita sering beser. Setelah menopause, wanita mengalami penurunan hormon estrogen. Efeknya jaringan kandung kemih dan otot panggul menjadi lebih tipis dan kering sehingga memudahkan untuk terjadi iritasi. Inilah kenapa wanita sering mendadak ingin buang air kecil dan bolak-balik toilet. Namun, dokter Budi menjelaskan bahwa saat ini tidak hanya wanita saja yang sering mengalami beser atau OAB. “Pada awalnya wanita, tapi karena faktor usia pria juga bisa kena OAB,” pungkasnya.

Urogynecology Update 2019: “Understanding Urogynecology Principal Concept in Daily Practice”

Perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran dewasa ini sangat pesat. Perkembangan ini terjadi terhadap semua cabang ilmu kedokteran termasuk, bidang uroginekologi rekonstruksi. Urogunecology Update (Ur-Date), seminar uroginekologi yang diadakan setiap tahun ini menyadari akan pentingnya memperbarui dan menyegarkan ilmu di bidang urogiekolgi rejonstruksi dengan isu-isu terkini. Tema yang diambil pada acara Ur Date tahun ini adalah “Understanding Urogynecology Principal Concept in Daily Practice”. Dalam kesempatan ini, pada sesi symposium, berbagai masalah uroginekologi yang sering ditemui dalam praktik sehari-hari serta tatalaksananya dikupas tuntas. Tema ini diangkat mengingat kelainan uroginekologi juga banyak ditemukan selama kehamilan dan persalinan, bukan hanya pada kasus ginekologi. Dr Agnieszka Nalewczyńska, ahli ginekologi estetika dari Polandia, diundang menjadi pembicara tamu untuk berbagi ilmu dan pengalamannya mengenai praktik dan perkembangan ginekologi estetika di Polandia.

Khusus untuk sesi workshop, tema yang diangkat adalah mengenai ginekologi estetika yang kini sedang populer di masyarakat. Dr Agnieszka juga membagikan ilmu pada sesi workshop dalam bentuk hands-on session terapi vaginal rejuvenation menggunakan laser. Pada sesi tersebut juga terdapat 6 konsultan uroginekologi dari RSCM yang bertindak sebagai instruktur. Para konsultan tersebut adalah: Prof Budi Iman Santoso, dr Suskhan Djusad, dr Surahman Hakim, dr Tyas Priyatini, dan dr Fernandi Moegni. Pada sesi hands-on ini, peserta berkesempatan menggunakan alat laser untuk vaginal rejuvenation langsung pada pasien. Secara keseluruhan, antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi jika dilihat dari sesi workshop yang terisi penuh. Apalagi, ginekologi estetika terbilang baru dan sedang naik daun di Indonesia. Sehingga peserta merasakan acara Ur-Date 2019 merupakan pengalaman yang unik karena membahas berbagai aspek tentang ginekologi estetika serta perkembangan dan penerapannya di Indonesia. Diharapkan, setelah acara ini ginekologi estetika dapat berkembang dengan baik di Indonesia dan menjadi salah satu layanan unggulan di bidang uroginekologi rekonstruksi.

Event Resume : PI2T HUGI VII HUGI Banjarmasin 2018

Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan VII HUGI Banjarmasin 2018 has reach the last day. The event has been held from April 6th with Workshop and April 7th with Live Surgery at RSUD Ulin, Banjarmasin, South Kalimantan. Symposiums has been opened with a speech from Dr. dr. Poedjoe Hartono, SpOG(K) on Hotel Golden Tulip Banjarmasin April 8th 2018.

5 Sessions were presented on the first day of Symposium, there are:
1st Session : Review Urogynecology
2nd Session : Pelvic Organ Prolapse
3rd Session : Sexual Dysfunction
4th Session : Pelvic Surgery
5th Session : USG & Fistulla

On the second day of Symposium, 4 Sessions were presented, there are:
6th Session : Review Hysterctomy Update
7th Session : Urinary Inscontinence
8th Session : Urogenitalia Tumor and Infection
9th Session : Perineal Trauma

Here is the Photo Gallery of PI2T VII HUGI Banjarmasin 2018

Opening Ceremony

Speech from HUGI Chairman Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K)

Our Special Guest from Taiwan, Prof. Tsia Shu Lo and Dr. Jimmy Nomura, MD, PhD

PI2T VII HUGI Banjarmasin Committee

 

HUGI Call for Paper

Research is one of essential matters of developing issues. Urogynaecology also need researches in current issues to improve our services as Doctors, Nurses, and Midwives in order to treating patients even better. So many issues happen everyday. New disesases revealed yet we also solving it with an effective cure.

HUGI accomodate the needs of researches as well as we put our focus on Research and Development Department. In PIT HUGI 2019, we will have “HUGI Call for Paper” that can be submitted by any Doctors, Specialist, Nurses, and Midwives. Terms of refferences will be announce as well as the submition of paper is open.

Are you challenge to submit the best Urogynegical Paper? Are you ready to be the best of the year?

Stay tuned for more info

HUGI FUN RUN

Being healthy is everyone’s right. We can keep our body fit with so many ways. Keep a good look at our food consumption, sleep well, having a good and healthy life, and one other reason should be: Doing Sports. There are so many sports that we can do. We can do sport that needs tools as the media, such as: Basketball, Archery, Badminton, etc. Or a simple sport that we can do with only our body, such as: Running.

What do you need to run? A route that we can set up by ourselves, a nice weather, and maybe a good smile to make our run as happy as our lives. Now a good question is : do you know that running can also improving your quality of life?

HUGI accomodate your basic health needs with a good program called “HUGI Fun Run”. This event will be held between the end of 2018 or at the beginning of 2019. Everyone can join the event: Kids, Adults, Men, Women, Runner, Worker, or anyone! We will do a 5K run together to tell the world that our life can be as good as our smile.

Moreover, it’s not only 5K Fun Run we provide. There will also Health Check Up, Blood Donation, Healthy Bazaar, and some Entertainment program whom we called Healthainment. For runners, you can get a Race Packs. Even if you’re not joining the run, do not worry, you still can join another activities that we have.

Curious enough to join?

Are you ready to be the part of Improving Quality of Life movements?

Stay tuned!

Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan VII HUGI 2018 – Banjarmasin, Kalimantan Selatan

In this April 7th – 9th, HUGI will held a Biennial Scientific Meetings called “Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan VII Himpunan Uroginekologi Indonesia”. The grand theme of this event is “Pengembangan Wawasan Ilmu dan Ketrampilan Uroginekologi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Indonesia di era JKN”. PI2T VII HUGI will developing urogynaecologist knowledge and skills towards Improving Women’s Quality of Life on the JKN era.

This even will be held at Golden Tulip Hotel, Banjarmasin, South Borneo, Indonesia. The Pre Event of PI2T VII HUGI will have Rupture Perineum Grade 1 & 2 Workshop at RSUD Ulin, Banjarmasin, South Borneo, Indonesia on April 6th. The next day they will have Rupture Perineum Grade III & IV Workshop and Live Surgery.

The Symposium as the main event will be open with a speech from Dr. dr. Poedjo Hartono, SpOG(K) with an information about Ethical & Professionalism Challenged Indonesia Urogynaecology Reconstructive Surgeries. Following a Plenary Lecture from BPJS Kesehatan, a Health Insurance provide by Indonesian Government.

More than 40 Urogynaecology Specialist perform their speech in this event. Along with 10 Symposium sessions that will reveal what’s new and important in Urogynaecology discipline. Furthermore, we will also hope that everyone will participate in this event, especially those who interested in Urogynaecology discipline.

See you on PI2T VII HUGI Banjarmasin, South Borneo, Indonesia.